Loading...

Recent Posts

Jumat, 10 Agustus 2012

PERANG DUNIA I ( 1914 - 1918 )


A. Latar Belakang Perang Dunia I

  • Sebab Umum
  1. Adanya pertentangan antara negara-negara eropa seperti antara Jerman dengan Perancis, Jerman dengan Inggris dan Jerman dengan Rusia. Penyebab pertentangan antara Jerman dengan Perancis karena Perancis ingin melakukan politik kevanche, Perancis balas dendam terhadap Jerman atas kekalahannya pada perang tahun 1870-1871. Sedangkan pertentangan antara Jerman dengan Inggris karena Inggris merasa tersaingi oleh Jerman dalam bidang Industri, daerah jajahan dan pembangunan Angkatan Laut yang dilakukan oleh Jerman.
    Untuk penyebab pertentangan Jerman dan Rusia karena Jerman dianggap menghalangi Politik Air Hangat Rusia yang akan menerobos ke laut tengah.
  2. Adanya politik persekutuan/System of Alliances politik persekutuan tersebut terbentuk karena masing-masing negara di Eropa merasa terancam oleh negara tertentu sehingga membentuk persekutuan yang memputai kesepakatan apabila salah satu anggota persekutuan diserang, maka anggota yang lain harus membantuinya. Politik persekutuan yang terbentuk adalah TRIPLE ALLIANTIE tahun 1882 dengan anggotanya Jerman Austria dan Italia, sedangkan persekutuan yang lain adalah TRIPLE ENTENE tahun 1907 yang beranggotakan Inggris, Rusia dan Perancis.
  3. Perlombaan senjata yang timbul akibat adanya alliansi masing-masing negara saling curiga mencurigai dan saling mempersenjatai diri. (gambar tank CA1 buatan Perancis)
  • Sebab Khusus 
Tahun 1914 tentara Austria mengadakan latihan perang di Bosnia. Bagi Serbia latihan perang tersebut merupakan tindakan provokatif atau tantangan, karena Serbia ingin menguasai Bosnia Herzegowna sebagai akibatnya putra mahkota Australia, yaitu Frans Ferdinand yang mengunjungi latihan perang tersebut dibunuh Jerman untuk mengumumkan perang kepada Rusia tgl 1 Agustus 1914, karena Rusia mendukung Serbia. dan tgl 3 Agustus 1914 Jerman mengumumkan perang kepada lagi terhadap Jerman tgl 4 Agustus 1914. ( gambar penangkapan gavrillo princip setelah menembak mati Frans Ferdinand )
Terbunuhnya Putra Mahkota Austria Francis Ferdinand di Sarajevo pada tanggal 28 Juni 1914 oleh Gavrilo Princip (anggota gerakan Serbia Raya). Kejadian tersebut menyulut meletusnya Perang Dunia I. 

B.  Kronologi Perang Dunia 1

1. Tahun 1914
  • 28 Juni 1914: Terjadi pembunuhan terhadap Archduke Franz Ferdinand beserta isterinya. Pembunuhan ini terjadi di Sarajevo (sekarang ibukota Bosnia & Herzegovina) dan dilakukan oleh kelompok radikal Bosnia-Serbia, Gavrilo Princip.
  • 23 Juli 1914: Austria-Hungaria memberikan ultimatum berisi 10 (sepuluh) tuntutan kepada Serbia.
  • 25 Juli 1914: Serbia menerima 8 dari 10 ultimatum di atas. Sikap Serbia ini tidak disetujui oleh Austria-Hungaria dan sebagai imbasnya, putuslah hubungan diplomatik antara kedua negara.
  • 26 Juli 1914: Kekuatan-kekuatan Eropa mulai menggeliat dan bergerak.
  • 28 Juli 1914: Austro-Hungaria mengumumkan perang melawan Serbia.
  • 29 Juli 1914: Kapal-kapal perang Austro-Hungaria yang bersiaga di Sungai Danube membombardir Beograd (ibukota Serbia). Serbia tidak tinggal diam dan membalas serangan ini.( gambar Kota Beograd setelah di bombardir kapal perang Austria-Hungaria)
  • 1 Agustus 1914: Jerman mengumumkan perang melawan Rusia.
  • 3 Agustus 1914: Jerman mengumumkan perang melawan Prancis dan Belgia.
  • 4 Agustus 1914: Jerman menduduki Belgia. Pada waktu yang sama, Britania menyatakan perang terhadap Jerman, sedangkan Amerika Serikat bersikap netral.( Gambar ketika Jerman menduduki Belgia)
  • 5 Agustus 1914: Schlieffen Plan yang dirancang oleh pihak Jerman di bawah komando Lundendorff dilanggar di kota Liege.
  • 6 Agustus 1914: Austro-Hungaria mendeklarasikan perang melawan Rusia berbarengan dengan tantangan Serbia kepada Jerman.
  • 7 Agustus 1914: British Expeditionary Force (BEF) tiba di Prancis dan mulai menduduki daerah Mons, Belgia.
 (gambar Pasukan Inggris/BEF memasuki Belgia)












  • 12-21 Agustus 1914: Austro-Hungaria yang berkekuatan 200.000 orang tentara menduduki Serbia. Pasukan ‘tuan rumah’ yang kalah jumlah bertarung habis-habisan untuk mempertahankan diri dalam pertempuran di Sungai Jadar. Luar biasa! Mereka berhasil mengusir pasukan Austro-Hungaria pada tanggal 26 Agustus 1914. (gambar pasukan Serbia memukul mundur Tentara Austria-Hungaria)
  • 14-22 Agustus 1914: Tentara Prancis menyerang Lorraine, Jerman melakukan serangan balik, memaksa Prancis pulang kandang ke Nancy.
  • 16 Agustus 1914: Liege menyerah pada First Army dan Second Army Jerman yang merangsek wilayah tersebut lewat Sungai Meuse. Tentara Belgia menyerah.
  • 17-19 Agustus 1914: Tentara Rusia menduduki Prusia Timur namun berhasil ditahan oleh Eight Army Jerman. Rusia dipukul mundur hingga perbatasan.
  • 18 Agustus 1914: Tentara Belgia kalah bertempur dan mundur ke kota Antwerp. Di sana ternyata telah menunggu tentara Jerman dan memaksa mereka untuk melarikan diri hingga perbatasan Prancis.
  • 19 Agustus 1914: Presiden Amerika Serikat, Woodrow Wilson, dalam pidatonya di hadapan Senat, menatakan bahwa Amerika Serikat harus tetap bersikap netral ‘untuk menyalamatkan jiwa umat manusia’.
  • 20 Agustus 1914: Tentara Jerman merebut kota Brussels (ibukota Belgia). Hindenburg dan Ludenhoff mengambil komando tentara untuk front Timur.
  • 20-25 Agustus 1914: Prancis mengalami kekalahan besar dalam pertempuran di wilayah Selatan Belgia dan Luksemburg. Mereka dipukul mundur hingga Sungai Meuse dan Sungai Marne dekat daerah Verdun.
  • 23-27 Agustus 1914: Sementara itu, di Mons, BEF bertempur melawan First Army Jerman yang dipimpin oleh Kluck dan pihak Inggris dipaksa menyerah.
  • 26-31 Agustus 1914: Tentara Austro-Hungaria bergerak menuju Polandia dengan mengitari daerah rawa-rawa Pripet. Pada waktu bersamaan Rusia menderita kekalahan telak dari Jerman dalam Pertempuran Tannenberg dan pendudukan mereka di Prusia Timur berakhir. (gambar pertempuran Tanenberg, 170.000 tentara Rusia tewas dalam pertempuran tersebut)
  • 5-10 September 1914: Jerman mendapatkan serangan balik dari dua pihak, Inggris dan Prancis, dalam Pertempuran Marne. (gambar pertempuran Marnes, 263.000 tentara Sekutu dan 220.000 tentara Jerman tewas dalam pertempuran tersebut)
  • 7-18 September 1914: Pertempuran di Sungai Drina. Tentara Austro-Hungaria melancarkan misi kedua ke Serbia. Tentara Serbia yang dipimpin oleh Putnik menarik diri dan bertahan di Beograd. (Pertempuran  ini sangat berdarah bagi kedua belah pihak, dengan Austria, Jerman dan Bulgaria kehilangan 313.500 korban gabungan, dan Serbia kehilangan lebih dari 320.000 tentara)
  • 9 September 1914: Jerman dipukul mundur dalam Pertempuran Marne dan lari ke Noyon dan Verdun. Pertempuran berakhir dan gagallah Schlieffen Plan. Tentara Belgia menyerang Jerman di luar Antwerp. (Meskipun Sekutu Menang, pertempuran ini sangat mahal, jumlah korban pasukan Sekutu 263.000 jiwa, dan Jerman 220.000. Selain itu, pertempuran memaksa Jerman mundur dan kemudian konsolidasi dan mulai membangun benteng, menyebabkan Sekutu untuk merespon dan mengarah mereka pada peperangan parit berdarah yang menjadikan ciri pertempuran di Front Barat.)
  • 9-14 September 1914: Jerman menyerang Rusia di Masuria dan berhasil mengusir Rusia dari daerah itu.
  • 14 September 1914: Dari pihak Jerman, General Staff Moltke diganti oleh Falkenhayn.
  • 15-18 September 1914: Tentara Sekutu yang dipimpin oleh Joffre menyerang tentara Jerman dalam Pertempuran Aisne, namun penyerangan ini tidak membawa hasil. Dalam serangkaian manuver, sekutu berhasil unggul dalam peristiwa yang dikenal dengan nama ‘Race to the Sea’.
  • 22 September 1914: U-boat milik Jerman, U-9, menenggelamkan tiga kapal cruiser Inggris (Aboukir, Hogue dan Cressy) di lepas pantai Belanda. Jumlah korban serangan ini adalah 1.400 orang. Sebagai reaksinya, Inggris mengadakan serangan udara untuk pertama kalinya terhadap Jerman.( gambar HMS Aboukir kapal perang milik Inggris)
 ( bawah, Kapal Selam Jerman U-9,merupakan kapal selam pertama yang digunakan dalam peperangan)
  • 22-24 September 1914: Pertempuran Artois. ( Gambar pasukan Sekutu sedang bersiap menghadapi pasukan Jerman dalam Pertempuran Artois 1914-1915. bawah peta pertempuran Artois, Notre Dame, Lorette)
  • 28 September 1914: Ninth Army di bawah pimpinan Hindenburg mulai mendesak posisi Rusia di wilayah selatan Warsawa.
  • 6-8 Oktober 1914: Tentara Belgia dievakuasi dari Antwerp.
  • 10 Oktober 1914: Antwerp jatuh ke tangan Jerman.
( gambar pasukan Belgia bersiap menghadapi serangan Jerman di Antwerp, atas. pasukan artileri Belgia, bawah)
  • 13 Oktober 1914: Untuk pertama kalinya Kanada mengirimkan tentaranya ke Inggris.
  • 16-17 Oktober 1914: Tentara ANZAC berangkat ke Eropa.
 (pasukan ANZAC mendarat di Gallipoli, Turki, atas. pasukan ANZAC gabungan pasukan Australia, New Zealand, dan Kanada, bawah)
  • 19 Oktober 1914: Tentara Sekutu yang dipimpin oleh Haig melakukan serangan balik di Flanders. Peristiwa ini dikenal sebagai ‘First Battle of Ypres’.
 (pasukan sikh dari India di bawah komando Inggris dalam pertempuran Ypers di Flanders, Belgia, atas. pasukan Inggris menggunakan topeng gas, bawah. sejarah baru penggunaan gas beracun dalam perang modern)
  • 29 Oktober 1914: Turki menyatakan perang terhadap Rusia, Prancis, dan Inggris. Peristiwa ini ditandai dengan pemblokiran Selat Dardanelle.( gambar peta Selat Dardanelle, Turki. menghubungkan Laut Mediterania dengan Laut Hitam)
  • 2 Nopember 1914: Serbia dan Rusia menyatakan perang terhadap Turki.
  • 3-4 Nopember 1914: Afrika Timur yang dikuasai oleh Jerman mendapatkan serangan dari pihak Inggris. Tentara Inggris menyerang daerah ini melalui pelabuhan Tanga, namun serangan ini digagalkan oleh Lettow-Vorbeck. Pertempuran Afrika Timur menjadi awal gerilya Jerman melawan Inggris selama empat tahun. (gambar seorang tentara Jerman sedang melatih Tentara Togo menggunakan senapan mesin )
  • 5 Nopember 1914: Inggris dan Prancis menyatakan perang melawan Turki. (gambar kapal selam Perancis berusaha menerobos blokade Turki di Selat Dardanelle)
  • 7 Nopember 1914: Tentara Jerman yang berada di Tsingtao, Cina, menyerah dari Jepang. Sedangkan Jerman kehilangan 700 orang tentara.
 ( Gambar pasukan Jepang memasuki Tsing-Tao, China , atas. Peta Perang Sino Jepang , bawah)
  • 12 Nopember 1914: Datangnya musim dingin mengakhiri membuat ‘First Battle of Ypres’ terhenti. Banyak korban jiwa yang diderita oleh Sekutu. Di perbatasan Laut Utara hingga Swiss banyak dibangun parit. ( gamabr pasukan Sekutu berlindung di dalam parit dalam First Battle of Ypres dalam pertempuran ini Sekutu kehilangan total 448.614 orang dan Jerman 400.000.orang)
  • 11-25 Nopember 1914:  Jerman meluncurkan Ninth Army untuk menghadapi Rusia di Galicia. Statistik pertempuran ini adalah 35.000 korban jiwa pada pihak Jerman dan 100.000 korban jiwa pada pihak Rusia.
 ( gambar pasukan Rusia dalam pertempuran di Galicia, atas. Peta Provinsi Galicia sebelum dan sesudah PD1, bawah)
  • 2 Desember 1914: Tentara Austro-Hungaria menduduki Beograd.
  • 3-9 Desember 1914: Tentara Serbia di bawah pimpinan Putnik menyerang tentara Austro-Hungaria dalam Pertempuran di Sungai Kolubara. Serangan Serbia ini berhasil mengusir Austro-Hungaria dari negara tersebut.
  • 14-24 Desember 1914: Sekutu memulai serangan besar-besaran di sepanjang front Barat namun kurang berhasil.
  • 25 Desember 1914: Jerman dan Inggris menyatakan gencatan senjata untuk menghormati hari Natal. Gencatan senjata ini berlangsung selama satu pekan.

2. Tahun 1915
  • 18 Februari  1915: Jerman mulai melakukan blokade kepada inggris
  • 25 April 1915: pasukan sekutu mendarat di Semenanjung Gallipoli,Turki
 (gambar pendaratan besar-besaran pasukan Sekutu di Galipolli, atas. skema penyerangan Sekutu atas Turki bawah. dalam pertempuran Galipolli ini merupakan sejarah kekalahan terbesar sekutu dalam perang dunia 1 dimana lebih dari 473.000 tentara sekutu tewas dan sisanya harus kembali ke kapal perang masing-masing)
  • 7 Mei 1915: kapal selam Jerman menenggelamkan kapal laut AS, Lusitania ( gambar tenggelamnya kapal penumpang Lusitania milik Inggris setelah di torpedo kapal selam Jerman, lebih dari 1000 penumpang tewas dalam peristiwa tersebut. dimana sebagian besar penumpang adalah warga negara Amerika Serikat, peristiwa tersebut membuat Amerika Serikat ikut terlibat dalam Perang Dunia 1)
  • 23 Mei 1915: Italia mengumumkan perang kepada Australia-Hongaria. Peristiwa itu mengawali pertempuran di front italia.

3. Tahun 1916
  • 21 Februari 1916: pasukan Jerman memulai pertempuran Verdun
 ( gambar pasukan Perancis yang terluka dalam pertempuran Verdun, atas. Wajah Kota Verdun semasa perang Dunia 1, bawah. dalam pertempuran ini Prancis kehilangan 542.000 korban, sementara Jerman kehilangan 435.000.)
  • 31 Mei – 1 Juni 1916: armada laut inggris menyerang armada laut Jerman dalam pertempuran Jutland
 ( gambar peta pertempuran Jutland, atas. Konvoi kapal perang Inggris , bawah)
  • 1 Juli 1916: Pasukan sekutu memulai pertempuran Somme
 ( gambar tank Inggris di gunakan dalam pertempuran Somme untuk dapat melintasi parit pertahanan Jerman, atas. sebuah tank milik Inggris yang berhasil di hancurkan oleh tentara Jerman, bawah. Sekutu membayar mahal kemenangan petempuran Somme, Sekutu kehilangan total 623.906 korban, termasuk 100 tank dan 782 pesawat. Jerman kehilangan hampir 600.000 orang.)
4. Tahun 1917
  • 1 Februari 1917: Jerman mengumumkan perang laut tak terbatas
  • 6 April 1917: AS mengumumkan perang kepada jerman
  •  9 April 1917,pertempuran Arras, pertempuran ditutup pada tanggal 16 Mei 1917, keemajuan pasukan Inggris sempat terhenti. Meskipun kemenangan Inggris taktis, pertempuran tidak menghasilkan terobosan berarti yang diharapkan.Inggris kehilangan 158.000 tentara dalam serangan itu, dan Jerman 120.000 kematian.
  • 24 Juni 1917:  pasukan AS mendarat di Prancis
  • 15 Desember 1917: Rusia menandatangani perjanjian gencatan senjata dengan Jerman. Peristiwa itu mengakhiri pertempuran di Front Timur.

5. Tahun 1918
  • 8 Januari 1918: presiden AS Woodrow Wilson mengumumkan 14 pokok perdamaian, yang dikenal sebagai Fourteen Points
  • 3 Maret 1918: Rusia menandatangani Perjanjian Brest-Litovsk
  • 21 Maret 1918: Jerman melakukan serangan di Front Barat, (Jerman kehilangan lebih dari 680.000 korban , sebagian besar pada unit stormtrooper yang memimpin serangan, sementara Sekutu kehilangan lebih dari 850.000 tentara gabungan)
  • 26  September 1918: pasukan sekutu melancarkan serangan balasan di Front Barat, (Serangan 100 hari adalah keberhasilan spektakuler bagi Sekutu , tapi mereka membayar mahal untuk itu, Sekutu kehilangan total 1.069.636 korban, termasuk 127.000 pasukan Amerika.Jerman kehilangan 785.733 korban, tapi mungkin kerugian yang terbesar adalah runtuhnya Kekaisaran Jerman dan persyaratan perdamaian)
  • 11 November 1918: Jerman menandatangani perjanjian gencatan senjata, sekaligus mengakhiri Perang Dunia 1.

C. Akhir Perang Dunia 1

Kekalahan Jerman di Front Barat mengakibatkan kehidupan rakyat semakin bertambah susah. Keadaan Jerman seperti ini menimbulkan gerakan dari kaum komunis (spartacis) yang hendak menggulingkan pemerintahan. Jerman menghadapi serangan dua kali yaitu dari pihak sekutu dan pemberontakan dari kaum komunis. Karena serangan itu Jerman terpaksa menyerah pada tahun 1918. Hitler menamakan gerakan spartacis itu sebagai tusukan pisau dari belakang punggung Jerman, yang menyebabkan Kaisar Wilhelm II turun takhta dan pemerintahan dipegang oleh Elbert (beraliran sosialis). Akhirnya, Jerman dijadikan republik dan selanjutnya menyerah kepada pihak sekutu.
Sementara itu di Austria timbul pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan oleh kaum komunis dan kaum Slavia, yang mengakibatkan Kaisar Karl (pengganti Kaisar Frans Joseph II) terpaksa turun takhta tahun 1918 sehingga Austria-Hongaria menjadi republik.
Setelah Perang Dunia I berakhir, baik negara-negara yang menang perang maupun negara-negara yang kalah perang sibuk mengadakan perjanjian-perjanjian perdamaian seperti;
  • Perjanjian Versailles (28 Juni 1918) antara pihak Jerman dengan Sekutu, yang isinya:
  1. Jerman menyerahkan Alsace-Lorraine kepada Perancis dan Eupen-Malmedy kepada Belgia.
  2.  Danzig dan sekitarnya menjadi kota merdeka di bawah LBB.
  3. Jerman kehilangan semua tanah jajahannya yang diambil oleh Inggris, Perancis, dan Jepang.
  4.  Jerman harus membayar ganti rugi perang sebesar 132 Milyar Mark emas.
  5. Angkat perang Jerman diperkecil.
  6. Kapal perang maupun kapal dagang Jerman diambil alih oleh Inggris. Daerah Jerman sebelah barat Sungai Rhijn (Rhein) diduduki oleh sekutu selama 15 tahun.
Dalam perjanjian Versailles itu peranannya dipegang oleh Woodrow Wilson (Presiden USA), Georges Clemenceau (Perancis), Lloyd George (Inggris) dan Vittorio Emanuele Orlando (Italia). Keempat orang ini dikenal dengan The Big Four.

  • Perjanjian St. Germain (10 Nopember 1919) antara Sekutu dengan Austria yang isinya antara lain:
  1. Tidak diperkenankan adanya gabungan Jerman-Austria.
  2. Austria harus menyerahkan daerah Tirol Selatan, Istria kepada Italia dan Bohemia, Moravia kepada Cekoslowakia.
  3. Perjanjian Neuilly (27 Nopember 1919) antara pihak sekutu dengan Bulgaria yang isinya adalah Bulgaria menyerahkan daerah pantai Aegia kepada Yunani.
  • Perjanjian Trianon (4 Juni 1920) antara sekutu dengan Hongaria yang isinya antara lain:
  1. Daerah Hongaria diperkecil.
  2. Keluarga Hapsburg tidak boleh menjadi raja di Austria-Hongaria.
  • Perjanjian Sevres (20 Agustus 1920) antara Sekutu dengan Turki yang isinya antara lain:
  1. Daerah Turki diperkecil dan hanya tinggal kota Konstantinopel dan sekitarnya.
  2. Daerah yang penduduknya bukan orang Turki harus dilepaskan.
  3. Smyrna dan Thracia diduduki oleh Yunani.
  4. Dardanella, Laut Marmora, Selat Bosporus harus dibuka untuk kapal-kapal dari semua bangsa.
  5. Armenia diberi status merdeka.
  6. Kurdi merdeka.

Kamis, 09 Agustus 2012

KONDISI FISIK WILAYAH INDONESIA



A. Mendeskripsikan Kondisi Fisik Wilayah Indonesia
1. Letak Indonesia
  • Letak geografis : letak suatu wilayah/tempat/negara berdasarkan kenyataan di permukaan bumi. Indonesia terletak diantara 2 benua, benua Asia (di utara katulistiwa) dan benua Australia (di selatan katulistiwa) dan terletak di antara 2 samudra, samudra Hindia dan samudra Pasifik 
  •  Letak Astronomis : letak suatu daerah/wilayah berdasarkan posisi garis lintang dan garis bujur. Indonesia terletak diantara 6.0 LU dan 11.0 LS. Berdasarkan garis bujur Indonesia terletak 95.0BT dan 141.0BT . Posisi 6.0 LU tepat di pulau We dan 11.0 LS tepat di pulau Roti. Sedangkan posisi garis bujur Indonesia terletak 950BT terletak di pulau Breueh (Aceh) dan 141.0BT di perbatasan provinsi Papua dengan Papua Nugini
  • Letak Geologis : letak suatu wilayah berdasarkan lapisan pembentukan kulit bumi.  Indonesia merupakan pertemuan 3 lempeng litosfer yaitu lempeng Asia yang cukup stabil, lempeng Indo Australia yang bergerak ke arah utara dan lempeng dasar samudra pasifik yang bergerak ke arah barat daya. Indonesia merupakan pertemuan 3 lempeng litosfer yaitu lempeng Asia yang cukup stabil, lempeng Indo Australia yang bergerak ke arah utara dan lempeng dasar samudra pasifik yang bergerak ke arah barat daya. Wilayah Indonesia berada di daerah pertemuan dua rangkaian pegunungan muda yaitu sirkum Pasifik dan sirkum Mediterania.



2. Pengaruh Letak Geografis Indonesia terhadap perubahan iklim di Indonesia

Letak Indonesia yang berada di antara benua Asia dan Australia mengakibatkan berhembusnya angin musim yang membawa musim hujan dan musim kemarau. Hal ini disebabkan karena perbedaan tekanan udara. Angin muson : angin yang berubah arah setiap setengah tahun yang terjadi karena adanya perbedaan pemanasan antara belahan bumi utara dan belahan bumi selatan yang disebabkan adanya revolusi bumi mengelilingi matahari.
  • Angin muson tenggara berada di BBU saat benua Asia mengalami musim panas. Sementara itu di BBS, benua Australia mengalami musim dingin, angin bertiup dari benua Australia menuju benua Asia dan bergerak melewati gurun yang luas di Australia. Akibatnya angin yang bertiup itu bersifat kering sehingga menyebabkan musim kemarau di Indonesia.
  • Angin muson barat terjadi pada bulan Oktober-April ketika matahari di BBS, benua Asia mengalami musim dingin, sedangkan benua Australia mengalami musim panas. Akibatnya, tekanan udara di benua Asia lebih tinggi dari benua Australia. Dengan demikian angin akan bertiup dari benua Asia menuju Australia melalui laut Cina Selatan, angin ini mengandung uap air sehingga menyebabkan musim hujan di Indonesia.
3. Pengaruh Letak Astronomis Indonesia terhadap iklim dan pembagian waktu

Indonesia terletak antara 6.0 LU dan 11.0 LS sehingga Indonesia berada pada iklim tropis dengan ditandai dengan temperatur udara yang tinggi serta curah hujan yang dipengaruhi oleh musim.
Indonesia terletak antara 95.0BT dan 141.0BT sehingga wilayah Indonesia terdiri dari 3 daerah waktu yaitu : Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA) dan Waktu Indonesia Timur (WIT). Dengan selisih waktu 1 jam untuk setiap 15.0 dan jika dibandingkan dengan waktu Greenwich (GMT) dengan WIB ada selisih waktu 7 jam, apabila di Jakarta pukul 12.00 WIB maka menurut waktu GMT adalah pukul 05.00 pagi. (ingat rumus, WIB = GMT + 7 dan sebaliknya GMT = WIB - 7)
  • WIB,  meridian standarnya adalah 105.0 meliputi : Sumatera, Jawa dan Madura, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan pulau-pulau kecil di wilayah itu.
  • WITA,  meridian standarnya adalah 120.0 meliputi : Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, NTT, NTB, Sulawesi dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
  • WIT,  meridian standarnya adalah 135.0 meliputi : seluruh kepulauan Maluku dan Papua (Irian Jaya)
4. Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan flora dan fauna :
  1. Iklim , Berupa suhu udara, kelembapan udara, curah hujan. Kelembapan udara pengaruhnya bersifat vertikal akibat perbedaan ketinggian tempat dan secara horizontal karena perbedaan curah hujan
  2. Relief, Adanya perbedaan ketinggian menimbulkan variasi suhu udara yang keanekaragaman hayati
  3. Kondisi tanah,  Pertumbuhan tanaman sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah
  4. Makhluk hidup,  Makhluk hidup yang dimaksud adalah manusia dan hewan
 Persebaran Flora di Indonesia : berdasarkan curah hujan dapat digolongkan sebagai berikut :
  • Hutan musim, Terdapat di wilayah yang mengalami perubahan musim hujan dan musim kemarau, tumbuhan bersifat homogen contoh : jati dan pinus, ada di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Tenggara
  • Hutan hujan tropis,  Terdapat di daerah dengan curah hujan dan suhu udara tinggi, tumbuhan bersifat heterogen, terdapat di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.
  • Hutan padang rumput (sabana),  Dijumpai di daerah curah hujan rendah, tanaman keras dan menahun, terdapat di Nusa Tenggara, banyak dikembangkan untuk usaha peternakan
  • Stepa,  Merupakan hutan padang rumput yang sangat luas, dijumpai di daerah dengan curah hujan sedikit, contoh di Nusa Tenggara Timur.
  • Hutan bakau (mangrove),  Tumbuh di daerah pantai, memiliki akar napas dan daun berlapis tebal untuk mengurangi penguapan, banyak dijumapi di pantai yang arus lautnya tenang seperti : Jawa, Papua, Sumatera bagian timur, pantai Kalimantan Barat dan pantai Kalimantan Selatan.

Persebaran Flora di Indonesia : berdasarkan pendekatan biogeografi kekayaan hayati Indonesia dibagi atas dua kelompok sebagai berikut :
  •  Indo Malayan, Meliputi tanaman yang ada di kawasan Indonesia Barat, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Bali dengan karakteristik memiliki jenis meranti-merantian yang sangat banyak, terdapat berbagai jenis rotan, tidak memiliki hutan kayu putih, memiliki jenis tumbuhan matoa (pometia pinnata) yang sedikit, memiliki jenis tumbuhan sagu yang juga sedikit dan memiliki berbagai jenis nangka.
  • Indo Australian,  Terdapat di kawasan Indonesia Timur, yaitu : Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua dengan karakteristik memiliki meranti-merantian yang sedikit, tidak memiliki rotan, terdapat hutan kayu putih, memiliki berbagai jenis tumbuhan matoa (khususnya di Papua), memiliki banyak tumbuhan sagu dan tidak terdapat jenis nangka.
    Peralihan keduanya ditandai dengan garis Wallace dan Lydekker
Persebaran Fauna di Indonesia :
Persebaran fauna di Indonesia jika dikaitkan dengan sejarah geologis kepulauan Indonesia dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu :  
  • Fauna Tipe Asiatis (Asiatic), Ciri fauna tipe Asiatis yaitu hewan menyusui yang bertubuh besar, terdapat berbagai jenis kera. Contoh : harimau, gajah, oran utan, badak, siamang, tapir, banteng, rusa dan burung heron. Persebarannya terdapat di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Madura dan Bali.
  • Fauna Tipe Australis (Australic),  Ciri fauna tipe Australis yaitu jenis hewan menyusui bertubuh kecil, terdapat berbagai jenis hewan berkantong. Contoh : kangguru, cendrawasih, kasuari, kakaktua, kuskus dan nuri. Jenis ini terdapat di Kepulauan Aru dan wilayah Papua.
  • Fauna Tipe Peralihan (Austal Asiatic),  Ciri fauna tipe peralihan yaitu peralihan antara fauna tipe Asiatis dan fauna tipe Australis, terdapat hewan Endemis (hewan yang habitatnya hanya di tempat tersebut) contoh : babi rusa, anoa, biawak, komodo, kuda, burung maleo, kuskus. Terdapat di Sulawesi dan kepulauan Nusa Tenggara.
5.  Mendeskripsikan persebaran jenis tanah dan pemanfaannya di Indonesia.

Persebaran Jenis Tanah di Indonesia :
  • Tanah Kapur (Terarosa),  Terbentuk akibat pelapukan bahan induk batuan kapur. Persebarannya banyak terdapat di daerah pegunungan kapur, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara, Jawa Barat, Sulawesi, Maluku dan Sumatera.
  • Tanah Gambut (Tanah Organol/Tanah Rawa),  Berasal dari bahan organik (sisa-sisa tumbuhan) yang hidup di daerah rawa-rawa.
  • Tanah Vulkanik (Tanah Gunung Api),  Jenis tanah yang dihasilkan dari pelapukan batuan bekas letusan gunung api, merupakan tanah yang baik untuk pertanian, karena tanahnya sangat subur.
  • Tanah Aluvial,  Terbentuk akibat pengendapan bahan-bahan yang dibawa oleh aliran sungai, banyak dijumpai di sepanjang lembah, bantaran sungai, dataran dan daerah pertemuan antara laut dan sungai.
  • Tanah Mergel,  Terjadi dari campuran batuan kapur, pasir dan tanah liat, banyak ditemukan di lereng pegunungan dan dataran rendah.
  • Tanah Humus,  Terbentuk akibat hasil pelapukan tumbuh-tumbuhan, tanahnya sangat subur dan dapat ditemukan di bawah hutan dengan pohon-pohon yang lebat.
  •  Tanah Podsol, Terbentuk karena pengaruh curah hujan yang tinggi dan suhu yang rendah
  •  Tanah Podsolik merah kuning, Tanah yang berasal dari pelapukan batuan tufa vulkanik, endapan vulkanik, batu pasir, dan pasir kwarsa yang bersifat asam
  • Tanah Mediteran,  Terbentuk akibat pelapukan bahan induk batuan kapur, batuan sedimen dan batuan tufa vulkanik
  • Tanah Andosol,  Terbentuk akibat pelapukan batuan induk tufa dan abu vulkanik
  • Tanah Regosol,  Terbentuk akibat pelapukan batuan yang mengandung abu vulkanik, pasir pantai dan nafal
  • Tanah Grumosol,  Terbentuk akibat pelapukan batuan naval, tanah liat dan tufa vulkanik
  •  Tanah Rensina, Terbentuk dari hasil pelapukan batuan kapur
  •  Tanah Litosol, Terbentuk akibat pelapukan batuan yang belum sempurna sehingga sulit ditanami
  • Tanah Hidromorf Kelabu,  Terbentuk akibat pelapukan batuan tufa vulkanik asam dan batu pasir
  •  Tanah Planosol, Terbentuk akibat pelapukan batuan endapan di dataran rendah yang banyak mengandung bahan aluvial
  • Tanah Glei Humus,  Terbentuk dari hasil endapan bahan aluvial di wilayah yang memiliki curah hujan lebih dari 1500 mm pertahun
  • Tanah Laterit,  Adalah tanah yang terbentuk karena unsur-unsur hara yang ada di dalam tanah telah hilang terbawa oleh air hujan yang meresap dan mengalir di dalam tanah.

Rabu, 08 Agustus 2012

TEORI LEMPENG TEKTONIK



Teori Tektonik Lempeng berasal dari Hipotesis Pergeseran Benua (continental drift) yang dikemukakan Alfred Wegener tahun 1912 dan dikembangkan lagi dalam bukunya The Origin of Continents and Oceans terbitan tahun 1915. Ia mengemukakan bahwa benua-benua yang sekarang ada dulu adalah satu bentang muka yang bergerak menjauh sehingga melepaskan benua-benua tersebut dari inti bumi seperti ‘bongkahan es’ dari granit yang bermassa jenis rendah yang mengambang di atas lautan basal yanglebih padat.

Namun, tanpa adanya bukti terperinci dan perhitungan gaya-gaya yang dilibatkan, teori ini dipinggirkan. Mungkin saja bumi memiliki kerak yang padat dan inti yang cair, tetapi tampaknya tetap saja tidak mungkin bahwa bagian-bagian kerak tersebut dapat bergerak gerak. Di kemudian hari, dibuktikanlah teori yang dikemukakan geolog Inggris Arthur Holmes tahun 1920 bahwa tautan bagian-bagian kerak ini kemungkinan ada di bawah laut. Terbukti juga teorinya bahwa arus konveksi di dalam mantel bumi adalah kekuatan penggeraknya.

Teori tektonika Lempeng adalah teori dalam bidang geologi yang dikembangkan untuk memberi penjelasan terhadap adanya bukti-bukti pergerakan skala besar yang dilakukan oleh litosfer Bumi. Teori ini telah mencakup dan juga menggantikan teori pergeseran benua yang lebih dahulu dikemukakan pada awal abad ke-20 dan konsep seafloor spreading yang dikembangkan pada tahun 1960-an.

Bagian terluar dari interior bumi terbentuk dari dua lapisan. Di bagian atas terdapat litosfer yang terdiri atas kerak dan bagian teratas mantel bumi yang kaku dan padat. Di bawah lapisan litosfer terdapat astenosfer yang berbentuk padat tetapi bisa mengalir seperti cairan dengan sangat lambat dan dalam skala waktu geologis yang sangat lama karena viskositas dan kekuatan geser (shear strength) yang rendah. Lebih dalam lagi, bagian mantel di bawah astenosfer sifatnya menjadi lebih kaku lagi. Penyebabnya bukanlah suhu yang lebih dingin, melainkan tekanan yang tinggi.


Lapisan litosfer dibagi menjadi lempeng-lempeng tektonik (tectonic plates). Di bumi, terdapat tujuh lempeng utama dan banyak lempeng-lempeng yang lebih kecil. Lempeng-lempeng litosfer ini menumpang di atas astenosfer. Mereka bergerak relatif satu dengan yang lainnya di batas-batas lempeng, baik divergen (menjauh), konvergen (bertumbukan), ataupun transform (menyamping). Gempa bumi, aktivitas vulkanik, pembentukan gunung, dan pembentukan palung samudera semuanya umumnya terjadi di daerah sepanjang batas lempeng. Pergerakan lateral lempeng lazimnya berkecepatan 50-100 mm/a.[

Berbagai mekanisme yang ada dapat menyebabkan lempeng-lempeng yang ada saling berpisah, bergabung, dan bergeser. Ada tiga penggolongan utama batas lempeng dari cara interaksi lempeng-lempeng tersebut bergerak relatif satu sama lain.


Batas Transform
Batas ini terjadi jika lempeng bergerak dan mengalami gesekan satu sama lain secara menyamping di sepanjang sesar transform ( transform fault ). Gerakan relatif kedua lempeng bisa sinistral atau dekstral. contoh dari batas lempeng ini adalah Sesar San Andreas di California.
 Batas Divergen
Batas ini terjadi ketika dua lempeng bergerak saling menjauh satu sama lain. Mid Ocean Ridge dan Zona Rifting yang Aktif adalah contoh batas Divergen. contoh dari batas lempeng ini adalah Pematang Samudra Atlantik.















Batas Konvergen
Batas konvergen terjadi ketika dua lempeng saling bergerak mendekati satu sama lain sehingga membentuk zona subduksi, jika salah satu lempeng bergerak di bawah yang lain atau koalisi jika kedua lempeng mengandung kerak benua. aktivitas vulkanik dan palung laut dapat muncul pada zona subduksi sebagai hasil interaksi konvergensi dari kedua lempeng. contoh batas konvergen dapat dilihat pada pembentukan palung Jawa dan gunung api di sekitarnya.
Berikut ini merupakan lempeng-lempeng tektonik utama di dunia :
  1. Lempeng Afrika, meliputi Benua Afrika
  2. Lempeng Antartika, meliputi Benua Antartika
  3. Lempeng Indo-Australia, meliputi Benua Australia dan India
  4. Lempeng Eurasia, meliputi Benua Asia (kecuali India) dan Eropa
  5. Lempeng Amerika Selatan, meliputi Regional Amerika Selatan
  6. Lempenng Pasifik, meliputi Samudra Pasifik
  7. Lempeng Amerika Utara, meliputi Regional Amerika Utara dan Siberia Timur Laut
 Lempeng tektonik yang lain yang lebih kecil meliputi , Lempeng India, Lempeng Arabia, Lempeng Karibia, Lempeng Juan de Fuca, Lempeng Cocos, Lempeng Nazca, Lempeng Filipina, dan Lempeng Scotia.